KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan melakukan rehabilitasi museum sebagai upaya memperkuat wisata sejarah dan heritage di Kota Kediri. Perbaikan tersebut didanai melalui APBN dengan menyasar kondisi fisik bangunan hingga penataan interior museum.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, mengatakan rehabilitasi dilakukan karena kondisi museum membutuhkan pembenahan agar lebih representatif dan menarik bagi pengunjung.
Sejumlah bagian yang menjadi perhatian di antaranya atap bangunan yang mulai mengalami kerusakan, ventilasi, serta penataan pencahayaan atau lighting di dalam museum.
“Ini sedang dilakukan rehabilitasi terhadap museum kita. Rehab ini dilakukan oleh pemerintah pusat dengan APBN. Nanti ada beberapa yang akan diperbaiki, karena museum kita ini mungkin sudah agak sedikit kurang layak,” ujarnya, Minggu (1/11/2026).
Selain perbaikan fisik, rehabilitasi juga mencakup pengembangan penataan ruang dan storyline atau alur cerita koleksi museum. Penataan tersebut bertujuan agar informasi sejarah yang disajikan memiliki urutan cerita yang lebih jelas sehingga pengunjung dapat memahami sejarah secara lebih menarik.
Menurut Un, penataan storyline tersebut sebelumnya juga telah melalui kajian dari Kementerian Pariwisata dan Badan Pelestarian Kebudayaan.
Ia berharap pembenahan museum dapat menjadi salah satu pengungkit pengembangan wisata sejarah di Kota Kediri. Sebab, Kota Kediri memiliki karakteristik pariwisata yang berbeda dengan daerah lain yang mengandalkan potensi wisata alam.
“Kita harus memunculkan keunggulan-keunggulan yang lain, misalnya dalam hal sejarah Kota Kediri, seni budaya, heritage, event, kuliner, dan wisata perkotaan,” jelasnya.
Tidak hanya menyasar di bangunan museum, Un menyebut jika dana masih mencukupi maka pagar museum juga akan dibenahi.
“Kalau memungkinkan nanti pagar juga akan dibenahi,” pungkasnya.
